Sejarah Kampung Inggris Pare Kediri Jawa Timur

sejarah_kampung_inggris

Sejarah mulai berdirinya kampung inggris di kecamatan Pare Kabupaten kediri Provinsi jawa timur, tidaklah banyak yang mengetahui sejarah awal di mulainya kampung inggris Pare  yang menjadi pusat pelatihan dan pembelajaran  bahasa inggris untuk ribuan orang. Dan saat ini sebutan kampung inggris yang notabene berawal dari sebuah artikel wartawan koran tempo tahun 1990 an sudah di kenal oleh masyarakat seantero nusantara bahkan sampai luar negeri. Sehingga banyak pelajar manca negara yang datang dan mengikuti pelatihan dan pembelajaran ke kampung yang kemudian hari dikenal dengan Kampung inggris Pare.

Bermula pada pria kelahiran kutai kartanegara 4 febuari 1945 yang sederhana dan bersahaja sejarah kampung inggris dimulai tepatnya  pada tahun 1976 silam, adalah Kalend osen seorang santri gontor  yang sedang menuntut ilmu di Pondok Pesantren Gontor Ponorogo, Jawa Timur, pada saat itu menginjak kelas lima ibtida’iyah beliau kehabisan biaya dan terpaksa  meninggalkan gontor karena tidak mampu menanggung biaya hidup dan pendidikan. Bahkan ketika dia berkeinginan untuk pulang kampung pun harus pupus karena tidak adanya ongkos. Sehingga dalam keadaan yang sulit itulah sahabatnya ada yang memberitahu dan bercerita mengenai sosok Kyai kharismatik yaitu Kyai Ahmad Yazid yang menguasai 7 bahasa asing, karena sangat tertarik dengan cerita dari sahabatnya tersebut maka berangkatlah kalend osen ke desa Pelem kecamatan Pare Kabupaten Kediri untuk menemui Kyai tersebut dan kemudian dimasjid Darul Falah tepatnya dijalan anyelir beliau menimba ilmu dan belajar bahasa inggris dengan Kyai Ahmad Yazid, sehingga Kalend osen menjadi sangat mahir berbahasa inggris setelah belajar dengan Kyai Ahmad Yazid dalam waktu yang relatif singkat yaitu 4 – 6 bulan (menurut beberapa sumber).

Berawal dari dua mahasiswa IAIN sunan ampel surabaya inilah kampung inggris pare dimulai, dimana kedua pemuda tersebut datang ke desa pelem dengan maksud dan tujuan belajar bahasa arab dan bahasa inggris karena menjadi syarat kelulusan pada saat itu, sehingga bertemulah kedua pemuda itu dengan istri Kyai Ahmad Yazid karena sang Kyai pada saat itu sedang ke Luar kota sehingga atas rekomendasi istri dari Kyai Ahmad Yazid kedua mahasiswa itu belajar dengan kalend osen di teras Masjid Darul Fallah jalan Anyelir, siang malam kedua mahasiswa itu belajar bahasa inggris bersama dengan Kalend Osen bermodalkan soal soal dari Mahasiswa itu sendiri sehingga semua soal yang diajukan oleh kedua Mahasiswa itu bisa terjawab dengan baik oleh Kalend Osen, setelah dirasa cukup maka kedua Mahasiswa itupun kembali ke Surabaya dan akhirnya dinyatakan lulus, kedua Mahasiswa itu adalah Umar Abdullah dari purwoasri Kediri dan sukardiono dari kertosono Nganjuk.

Kampung inggris bermula dari perjuangan Bapak Kalend Osen dengan gigih dan ikhlas memberikan pembelajaran bahasa inggris kepada anak anak desa yang ingin menguasai bahasa inggris dan dikarena semakin hari semakin ramai orang belajar dengan Kalend osen kemudian beliau mendirikan lembaga kursus bahasa inggris di Pare dan melahirkan ribuan alumni yang kompeten dalam bahasa inggris sehingga banyak anak didik beliau yang menggunakan bahasa inggris dalam berkomunikasi sehari hari maka terciptalah lingkungan yang menggunakan bahasa inggris sebagai alat komunikasi sesama pelajar dan banyak yang kemudian mengikuti jejak beliau mendirikan kursus bahasa inggris di pare sehingga sekarang ada lebih dari seratusan lembaga kursus yang ada di Pare dan kemudian di kenal dengan sebutan Kampung inggris.

Share This:

Facebooktwittergoogle_pluspinterestlinkedin



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *