Ian (Alumni Twenty Second Kampung Inggris)

pujian alumni twenty second

Twenty Second Kampung Inggris?

It means so much for me. angka kembar, double love atau mungkin angka keberuntungan. I don’t know. Okay, sebenarnya Bukan makna dari angka angka itu yang  mau aku ceritakan. So??

Twenty Second Kampung Inggris Kampung Inggris. What? What? And what?

Iya, Twenty Second Kampung Inggris. Tempat dimana aku memulai langkah menggapai mimpi besarku. Aku belajar mulai dari nol mengenai bahasa inggris. Dari awalnya yang aku sama sekali tidak mengerti apa itu verb, apa itu pronunciation, apa lagi grammar dan surprisingly sekarang bahasa inggrisku ber improve sangat baik. Dari awalnya aku yang hanya punya nilai 6 dan menjadi 9. So proud of you guys. Big thanks to the team. Oh ya, anyway aku belum memperkenalkan diri. Namaku Ian dan aku berasal dari kota blitar. Kota kecil yang sangat terkenal karena eksistensi presiden RI pertama yaitu Bung Karno sang proklamator. aku adalah nursing graduated yang masih berjuang untuk mimpi besarnya. I’m addicted of Twenty Second Kampung Inggris. Hampir setiap tahun aku selalu kembali ke tempat itu. As i remember pertama kali aku datang di tahun 2010, 2012, terus menjalankan program organisasi kampus di tahun 2013, i’m back at 2014 and now 2017. Twenty Second Kampung Inggris is kind of my second house and second family.

Bagamana awal bertemu Twenty Second Kampung Inggris

Kami dipertemukan karena sebuah ketidaktauan, ketidaksengajaan di detik, jam, tanggal dan hari yang sangat tepat. Maybe it call by the destiny. Sebelum aku pergi ke pare, aku benar benar tidak tau sama sekali tentang Twenty Second Kampung Inggris atau bahkan tentang pare atau kampung inggris itu sendiri. Aku memberanikan diri datang ke kota sebelah ini dengan bermodal secarik informasi yang sudah aku cari sebelumnya dari sebuah warnet. Oh iya tahun itu masih 2010, so warnet masih sangat eksis. Belum tergantikan oleh canggihnya telepon pintar seperti saat ini. Okay, it’s time to begin. Motorku tepat berhenti di depan terminal blitar. Butuh sekitar 45 menit perjalanan dari rumahku yang berada di ujung utara kota blitar untuk menuju terminal bus tercintaku ini. Memang aku berencana untuk melanjutkan perjalanku ke pare menggunakan bus, sekalipun sebenarnya aku tidak terlalu suka dengan transportasi ini. Tapi,  menurut info yang sudah aku simpan dengan rapi di kantong celanaku ini menyebutkan jika bus adalah satu satunya transportasi yang bisa aku gunakan. It’s okay. I’ll fight for my big dream.  Aku memutuskan untuk memilih bus patas tujuan surabaya. Tentunya dengan harga yang sedikit lebih mahal. Setidaknya dengan bus ini aku tidak akan menemukan pengamen dan pedagang asongan yang sudah pasti akan membuat aku tambah sangat tidak nyaman. Selain itu aku akan sampai ketujuan lebih cepat. The sooner the better.

Yas, finnaly setelah sekitar 1,5 jam berdiam diri dalam bus aku berdiri dan meminta untuk di turunkan di dekat BEC, tepatnya di pertigaan jalan rajawali kota pare. Dan jika kalian tau bahwa jalan ini masih sangat jauh untuk menuju office Twenty Second Kampung Inggris Kampung Inggris. Panas, keringat dan lelah aku abaikan begitu saja. Aku harus tetap semangat. Aku berjalan mengikuti hembusan angin dan sesekali bertanya dengan warga sekirar. Di sepanjang perjalan aku melihat begitu banyak muda mudi yang berlalu lalang dengan mengayuh sepeda meraka. Aku yakin mereka adalah para siswa yang sama sama berjuang untuk menaklukan bahasa inggris di sini. Tidak semua menggunakan sepeda tapi mayoritas menggunakanya. BEC sudah aku lewati, aku berjalan lurus sambil sedikit ketakutan, karena aura kampung inggris sudah mulai menunjukkan eksistensinya. Orang orang berlalu lalang dengan percakapan dan guyonan bahasa inggris. It sounds so cool but at the same time aku berfikir akan hal mengerikan saat aku masuk ke camp atau kelas nanti. Maklum gak bisa bahasa inggris sama sekali. Mungkin ini adalah yang kalian alami juga sebagai new comers di kampung inggris. Aku tidak gentar dan terus melanjutkan perjalanku. Aku telah sampai di Wapo, warung pojok yang ternyata begitu tenar sampai saat ini. Ya, mungkin karena tempatnya begitu strategis tepat berada di sudut jalan, sehingga bisa terlihat dari berbagai sudut pandang mata. Tiba tiba kebimbangan melandaku, aku tidak tau arah yang akan aku pilih. Apakah ke kiri, ke kanan, atau lurus. Aku berdiam sejenak. And i think it’s time to using my heart. Aku akan mengikuti apa yang akan hatiku katakan. Mataku terpejam sejenak dan mulai ku dengar suara bisikan “kiri”. Tanpa ragu aku memutuskan untuk melangkahkan kakiku ke arah kiri. Belum lama berjalan, langkah kaki ku terhenti karena aku bertemu dengan sesosok perempuan berhijab berkayuh santai dengan sepedanya. Tidak ada pilihan lain, ya aku harus bertanya kepadanya mengenai tempat kursus, kos atau bahkan camp. Aku menanyakan akan kursusan yang sesaui dengan kebutuhanku dan sekalian dengan tempat tinggalnya. Dia terlihat begitu bingung tampak dari kerlingan bola matanya.

Takdir adalah hal yang tidak kita ketahui tapi sudah di gariskan oleh Tuhan pada waktu yang sangat tepat. Di saat kami menghadapi kebingungan, datanglah seorang pria dengan sepedanya. Dia adalah Mr. Anca. Dengan sosoknya yang sedikut kurus, berkulit agak gelap dan senyum riangnya dia datang menghampiri kami yang sedang berdiri di pinggiran jalan. Setelah aku mengenal dia, ternyata dia adalah laki- laki makasar yang rela menyebrangi lautan meninggalkan keluarga dan juga sahabatnya untuk menuntut ilmu di kampung inggris ini. Dia menceritakan tentang bagaimana Twenty Second Kampung Inggris ini. Tidak banyak yang dia ceritakan. Berhubung aku tidak tau banyak informasi tentang penginapan atau kos disini dengan sangat mudah dan tanpa pakasaan aku mengikutinya untuk datang ke Twenty Second Kampung Inggris Kampung Inggris. Senang bercampur takut. Senang karena sudah menemukan calon tempat tinggal dan takut karena aku tidak akan tau bagaimana kehidupan di dalam camp nanti. Dag dig dug derr saat aku tiba di gerbang Twenty Second Kampung Inggris. Semua mata tertuju padaku karena sesosok mahluk baru datang ke tempat kediaman mereka.

Bagaimana kesan pertama belajar di Twenty Second Kampung Inggris?

Keramahan dari sang owner membuat saya merasa sangat nyaman untuk tinggal disana. Lingkungan yang nyaman dekat dengan area persawahan membuat saya merasa lebih hidup lagi. Hembusan angin segar dan hangatnya matahari membuat aku jadi lebih semangat. Program belajar yang di susun sedemikian rupa sehingga membuat kita lebih mudah dalam memahami bahasa inggris. Memang di awal pertemuan akan terasa sedikit berat, karena banyak faktor. Dimana salah satunya adalah karena kita belum siap dengan kebiasaan baru dengan segudang aktivitas beraroma bahasa inggris. Tetapi believe me, lama kelamaan kebiasaan itu akan muncul dan you’ll really love it. Bangun jam 5 pagi adalah sebuah kebiasan baik yang harusnya kita lakukan. Di awali dengan sholat subuh berjamaah bagi yang beragama muslim tentunya dan dilanjut dengan program yang disebut short expression dimana dalam kelas ini kita mempelajari kalimat yang digunakan dalam kehidupan sehari hari tanpa memikirkan struktur yang benar atau grammar nya. Love, love and love it. Tentunya akan mempermudah kita dalam bersosialisasi nantinya. Kita diberikan waktu senggang 1 jam yaitu dari jam 06.00- 07.00 untuk mempersiapkan diri menuju kelas selanjutnya. Kita bisa membersihkan diri, membersihkan kamar, atau bahkan juga sarapan. Tepat jam 07.00 kita siap mesasuki kelas speaking. Dalam kelas ini kita dituntut untuk berbicara dalam bahasa inggris dengan topik yang sudah ditentukan dan berbeda setiap harinya. Dalam kelas ini, kita di bebaskan untuk berekspresi, berbicara sesuka hati, but you should remember all about english. Jangan pikirkan grammar atau ketepatan struktur. Kelas yang sangat fun dan juga menyenagkan. This one of my fav. class (100). Oh iya durasi kelas ini adalah 1 jam. 1 jam yang berfaedah dan menyenangkan. Jadwal lainya adalah kelas pronunciation dimana dalam kelas ini kita mempelajari yang namanya phonetic symbol yang bertujuan untuk mempelajari ketepatan pengucapan suatu kosa kata. Kelas ini dimulai dari jam 09.00-10.00. nah, kelas berakhir untuk sesi pagi dan kelas akan dimulai lagi pada jam 16.00. selama waktu luang ini, buat kamu semua bisa memanfaatkan waktu untuk mengambil kelas di luar camp. Agar ilmu yang didapat di kampung inggris bisa maksimal. Jika tidak, waktu bisa di gunakan untuk beristirahat, menjalankan hobby, atau berkeliling untuk mengexplore sudut lain dari kampung inggris ini. Oh iya, pelajaran disini tidak mesti dilakukan di dalam kelas lho guys. Tergantung dari kreatifitas tutor dan kesepakatan siswa dalam kelas tersebut. Kita bisa belajar di halaman, di warung, di sawah, dan bahkan di lapangan. Sungguh menyenangkan. Salah satu trik yang bagus untuk menghempas kebosanan dalam belajar.

Kelas selanjutnya adalah kelas vocabulary. Dalam kelas ini, kita dituntut untuk menghafal vocabulary yang sudah disiapkan termasuk cara pengucapan dan juga phonetic symbol nya. Nah, pelajaran yang kita pelajari di pagi harinya akan sangat berguna dan membantu sekali untuk kelas ini. Sekitar 20 vocabulary harus di hafalkan. Memang tidak terlalu banyak, tetapi jika kita melakukanya setiap hari tanpa kiat sadari ratusan atau bahkan ribuan kata akan kita dapatkan di akhir bulan nanti. Ya seperti istilah, sedikit demi sedikit lama- lama menjadi bukit gitu. Kelas ini akan berakhir pada jam 17.00. nah kita punya waktu senggang  1 jam untuk mempersiapkan diri melakukan sholat magrib dan juga menuju kelas selanjutnya atau kelas terakhir di hari itu. Tepat jam 18.30 kami memulai speech class atau kelas pidato dengan tema yang sudah dipilih oleh siswa yang bersangkutan. Jadwal sudah dibuat dan disepakati di awal pertemuan. Jadwal dibuat secara adil. Sehingga sudah pasti semua siswa akan mendapatkan giliranya. Dalam sehari bisa 2-3 siswa melakukan pidato. Tergantung banyaknya jumlah siswa pada periode belajar tersebut. Yupz, kelas akan berakhir jam 9. Setelah itu kita biasanya bersiap siap untuk istirahat. Menyiapkan tenaga untuk hari esok. Such a busy day, but i’m really enjoy it.

Oh iya, jadwal ataupun program di Twenty Second Kampung Inggris sekarang sudah di update sesuai kurikulum terbaru. Untuk selalu update info tentang Twenty Second Kampung Inggris Kampung Inggris jangan lupa selalu mengunjungi web resmi Twenty Second Kampung Inggris ya.

pujian (alimni twenty second kampung inggris)

3 Hal yang tak terlupakan di Twenty Second Kampung Inggris

  1. Kekeluargaan: disini aku menemukan keluarga baru. Keluarga besar, ayah baru, ibu baru dan saudara baru. Kami tinggal dalam satu naungan rumah yang sama, datang dari berbagai macam daerah dengan budaya yang berbeda, dengan latar pendidikan dan usia yang berbeda. Tetapi karena kita mempunyai tujuan yang sama, yaitu sama sama ingin belajar bahasa inggris dan sukses di kemudian hari, membuat kita jadi lebih dewasa, kita saling menrunkan ego masing masing, saling menolong dan mensupport agar semuanya bisa berhasil. Aku tidak tau apakah hal ini ada di camp lain selain Twenty Second Kampung Inggris but i’m very lucky enough bisa menjadi bagian keluarga dari Twenty Second Kampung Inggris hingga saat ini. Bahkan setelah hampir 7 tahun berlalu kami masih berhubungan dengan sangat baik. Semoga tidak berakhir dan bisa selamanya.
  2. Kebersamaan: tinggal dengan banyak member lain, membuat kami mempunya banyak ide yang baru yang bisa dilakukan. Setiap sabtu dan minggu kami di liburkan. Sehingga kita mempunyai waktu yang sangat luang untuk melakukan apapun. Hampir setiap akhir pekan kami membuat jadwal untuk melakukan sesuatu hal baru. Seperti masak bersama, mancing bersama, pergi ke kolam renang, dan bahkan futsal yang notabene suatu hal yang kurang aku sukai. Tetapi aku tetap ikut, sekalipun hanya jadi pemandu sorak. Semua itu aku lakukan demi keceriaan bersama.
  3. Pengalaman baru: selama belajar di Twenty Second Kampung Inggris, sudah banyak hal yang sebelumnya tidak pernah aku lakukan atau tempat yang tidak pernah aku kunjungi sebelumnya atau bahkan tidak pernah aku bayangkan sebelumnya untuk di kunjungi menjadi hal yang tiba tiba saja muncul dalam buku harian ku. Dinginya gunung bromo, sempit dan seramnya gua surowono, makan balungan sapi yang pedas, alimnya kota jombang, meriahnya warung kopi di tulung agung, megahnya masjid tiban turen, dan indahnya alam pulau sempu malang sudah aku kunjungi bersama Twenty Second Kampung Inggris.

Many other things that i can’t explain one by one here and i believe this entire pages will never enough to express what i fell about this place. Thank you so much for everything that you give to me. Once again big thanks and don’t forget to click official web from Twenty Second Kampung Inggris

With love

Ian

Share This:

Facebooktwittergoogle_pluspinterestlinkedin



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *