Fadlia Nurul (Alumni Twenty Second Kampung Inggris)

fadlia nurul (Alumni twenty Second kampung Inggris)

Hai namaku Fadlia Nurul Insani biasa dipanggil Iin. Umurku 22 tahun dan baru wisuda bulan kemarin (ga maksud pamer loh haha). Aku kuliah di Universitas Negeri Malang (UM) di jurusan PLB (Pendidikan Luar Biasa) menjadi pengajar untuk anak berkebutuhan khusus. Nah, setelah wisuda aku bener-bener ngerasa jadi pengangguran banget setiap hari kerjaan hanya tidur dan makan tapi juga terkadang diselingi mandi juga sih haha. Kemudian aku mulai berfikir bagaimana caranya agar waktuku bisa lebih bermanfaat. Kebetulan aku punya temen kelas yang katanya ingin mencoba kursus di Kampung Inggris, Pare. Aku juga pernah mendengar sebelumnya dari orang-orang kalau disana lingkungannya itu all about english jadi aku mulai berfikir tempat itu sepertinya cocok sebagai tempat untuk meng-improve kemampuan berbahasa inggris ku yang aku rasa masih sangat kurang. Jadilah aku memutuskan untuk mencoba kursus di Kampung Inggris juga.

Akhirnya aku mulai mencari informasi terkait tempat kursus yang akan aku pilih nantinya. Waktu itu aku cukup bingung karena tempat kursus di Kampung Inggris itu ternyata jumlahnya sangat banyak. Tapi, sekitar 2 tahun yang lalu aku pernah juga berkunjung ke kampung inggris (untuk kepentingan lain) dan pertama kali tahu Kampung inggris dari teman bisnisnya om ku, nah dari situ dia ngenalin aku dengan temannya yang juga merupakan pemilik salah satu tempat kursus di Pare, nama tempat kursusnya “Twenty Second Kampung Inggris”. Akhirnya aku mencoba menghubungi temennya om ku itu karena hanya dia satu-satunya orang yang aku kenal di Kampung Inggris dan temanku pun setuju untuk mencoba kursus di tempat itu.

Hari pertama kursus aku merasa sedikit minder mungkin karena English ku yang masih bad. Pertama kali kesana juga ngerasa asing dan bersyukur banget aku tidak dateng sendiri, pikirku. Mulai masuk hari ke 4 aku ngerasa waktu berjalan sangat lambat, sehari berasa setahun. Mungkin karena masih beradaptasi dengan lingkungan baru dan belum akrab dengan temen kelas maupun temen camp. Seiring berjalannya waktu, setiap hari selalu nyari makan bareng, nongkrong bareng dan perlahan sudah mulai akrab. Terlebih lagi, Pemilik Twenty Second Kampung Inggris, Mr Edi beliau memilik anak pertama yang masih berusia kurang lebih 5 tahun tetapi sudah sangat fasih berbahasa inggris, sampe kadang malu kalau ngomong sama dia takut tidak bisa jawab haha

Para pengajar di Twenty Second Kampung Inggris sudah seperti keluarga karena sangat baik dan care ke semua anak didiknya. Cara berinteraksinya pun sudah seperti teman sebaya, berjiwa muda banget. Gak pernah ngelarang kita kalo mau main kemanapun tetapi harus tahu batasan dan aturan juga. Setiap bulan juga selalu ada kegiatan di luar camp alias jalan-jalan (tapi tetep bayar sendiri loh haha). Seringnya sih ke bromo, tapi yang lebih  sering banget lagi yang hampir setiap hari adalah ke SLG (Simpang Lima Gumul) yang menjadi salah satu ikon kota Kediri hahaha.

Waktu itu aku juga jalan-jalannya ke waterpark tapi aku tidak begitu ingat namanya. Katanya sih waterpark itu yang terbesar se-Indonesia apa se-Asia gitu hihi. Trus juga ke gereja Pohsarang yang udah terkenal banget di Kediri (coba aja browsing). Pokoknya seruuuuu bangeeeeet dan bener-bener udah kayak keluarga. Jadinya sangat tidak terasa karena kursusnya hanya sebulan lamanya. Menjelang hari-hari terakhir tuh rasanya berat banget mau pulang tapi karena memang keadaan yang menuntut plus udah lama juga gak pulang alias kangen rumah ya mau gimana lagi. Bener-bener pilihan yang sulit. Kangen ngerumpi bareng, makan bareng, sepedaan keliling kampung pokoknya semua kegiatan setiap saat selalu bareng-bareng jadi bikin kita udah deket banget dan udah jadi kebiasaan bareng mereka terus. Pokoknya gak nyesel pernah kursus di Twenty Second Kampung Inggris. Kalau ada kesempatan lagi pasti aku manfaatin buat kursus disana lagi dan di tempat yang sama. Terimakasih Twenty Second Kampung Inggris.

Share This:

Facebooktwittergoogle_pluspinterestlinkedin



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *