Asiknya nge-camp di kampung inggris pare, Kediri

20140412_074414

 

Pasti banyak dari kalian bertanya-tanya, apa sih keistimewaan kampung inggris pare? Sehingga banyak orang yang mendaftarkan diri sebagai pelajar disana, selain metodenya yang seru, di kampung inggris pare mempunyai  kelebihan lain yaitu tersedianya asrama atau camp di masing-masing kursusan, dimana perempuan dan laki-laki terpisah untuk tempat tinggalnya, namun untuk kegiatan bersama, mereka di kumpulkan menjadi satu, berbagai agenda bersama yang membangun rasa ke keluargaan yang  tinggi sehingga tercermin semangat kebhinekaan tunggal ika di sana. Meskipun berasal dari berbagai macam daerah namun kekompakan dan keakraban terasa sangat terjalin. Dan uniknya banyak sekali alumni pare yang masih saling kirim kabar atau tidak putus silaturahmi meski sudah tidak pernah bertemu lagi.

itu semua terjadi karena metode pengajarannya yang seru dan adanya berbagai kegiatan yang dilakukan bersama diluar kelas  sehingga membuat mereka feel at home atau betah “kerasan”. Salah satunya agenda traveling bareng setiap weekend ketika libur kelas, semisalkan pergi ke bromo, gunung kelud, kawah ijen ,pulau sempu malang, atau tempat wisata terdekat seperti candi surowono, gumul Kediri dll.

Biasanya untuk traveling ke bromo, yang pertama beberapa pelajar di data terlebih dahulu siapa yang hendak ikut, biaya yang di keluarkan cukup murah hanya mengeluarkan iuran sebesar  Rp. 250.000 per siswa, itu sudah termasuk biaya pulang pergi dan biaya sewa kendaraan “hardtop jeep” di bromo, jadi para pelajar sudah tidak perlu mengeluarkan uang lagi untuk biaya transportasi, untuk transportasi dari pare biasanya menggunakan jasa travel yang di sewa oleh kursusan. Dengan kuota sekitar 14 orang. Setelah sampai di bromo tengger mereka bebas menikmati view dan foto bersama. Itu adalah contoh travelling keluar pare.

Ada juga kegiatan lain yang tidak kalah serunya dengan travelling, seperti contoh, bersama-bersama semua pelajar mengadakan agenda bakaran ayam  di malam minggu,dimana masing-masing siswa di mintai iuran kurang lebih Rp. 10.000, untuk membeli nasi, arang, bumbu, cabe, lauk tahu tempe dan ayam yang masih mentah. Semua siswa di kumpulkan dan di bagi tugasnya, ada yang mendapat bagian mengolah bumbu, membikin sambal, menyiapan arang untuk pembakaran, kemudian membakar ayam, ada juga yang mendapat bagian menyiapkan daun yang di gelar memanjang yang nantinya di gunakan untuk menyajikan semua makanan untuk di makan bersama-sama. Suasana seperti itu hanya bisa di dapatkan di asrama, lain halnya dengan siswa yang memilih untuk tinggal di kos-kosan.

Suasana kebersamaan tersebut sengaja di bangun untuk menumbuhkan rasa  satu kekeluargaan, yang berefek membangun rasa saling peduli, saling menyemangati dan saling berbagi. supaya di dalam kelaspun tidak ada rasa ingin saling mengungguli satu sama lain yang ada hanya  rasa ingin tumbuh bersama atau menjadi partner sharing knowledge ( pengetahuan) tentang bahasa inggris.

 

Share This:

Facebooktwittergoogle_pluspinterestlinkedin



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *